10 Tips Menjadi Orang Dermawan
“Katanya disuruh jangan jadi orang pelit kepada siapapun, nih kok malah nyuruh jangan ngasi uang kepada pengemis?” Saya yakin Anda niscaya berpikiran demikian. Memang tidak ada salahnya kita memberi uang kepada pengemis. Tapi secara tidak eksklusif itu hanyalah akan memanjakan dia. Memanjakan ia alasannya yaitu ia tidak bekerja melainkan hanya membisu di pinggir jalan, menadahkan tangan, dan berharap ada orang yang mau memperlihatkan uang kepadanya. Itu jelaslah sangat tidak Halal. Bayangkanlah bila semua orang berpikiran ingin santai tidak bekerja kemudian menjadi pengemis, bisa-bisa negeri kita ini menjadi sarang pengemis. Lebih baik kita berikan kepada pengamen atau pedagang kaki lima alasannya yaitu mereka ada perjuangan (walau tidak terlalu banyak) daripada pengemis yang tidak ada perjuangan sama sekali dan hanya menciptakan malu. Sisihkanlah minimal 10% (atau sesuai dengan kondisi ekonomi) dari pendapatan Anda untuk disumbangkan. Anggap saja itu yaitu kegiatan menabung pahala yang pastilah sangat besar dikemudian hari. Daripada ngasik sumbangan kepada pengemis, lebih baik kita memperlihatkan sumbangan untuk Panti Asuhan dan kepada yayasan yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Kita sanggup memberikannya uang atau sanggup berupa makanan. Memberi sumbangan bagi korban tragedi merupakan salah satu bentuk belasungkawa yang amat mulia. Apalagi bila kita rela menyumbangkan waktu kita untuk membantu mereka di kawasan pengungsian. Bagi yang umat Muslim, berinfak memang sangat wajib. Pengertian zakat yaitu jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menururt ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak. Sementara bagi yang umat Hindu, berdana punia wajib dilakukan sesudah bersembahyang di pura. Ini penting untuk ikut menjaga kesucian pura dan untuk berbagi pura. Jadi, setiap Anda yang beragama Hindu bersembahyang di suatu pura, ada baiknya Anda juga harus berdana punia. Yang termasuk golongan ‘mereka yang membutuhkan’ tidak hanya fakir miskin, tetapi juga mereka yang sedang membutuhkan derma dari kita. Misalnya membantu dikala ada upacara susila atau membantu dikala sakit. Yang sangat penting dari memberi dan membantu yaitu tidak pamrih. Kita sia-sia saja memberi dan membantu orang lain bila diisi dengan pamrih (mengharapkan imbalan). Kita tidak akan menjadi orang bahagia memberi bila kita suka pamrih bahkan kita tetap akan tergolong orang pelit. Orang bahagia memberi biasanya sangat ramah, penyabar, dan hatinya lemah lembut. Yaa kita tidak akan menjadi orang bahagia memberi bila kita suka pemarah dan selalu tidak sabar menginginkan sesuatu. Semoga bermanfaat, Tetap Semangat! | Catatan HarianUang Kepada Pengemis!
3. Sisihkan Minimal 10% Untuk Disumbangkan
4. Sumbangkan Ke Tempat yang Tepat
5. Saat Bencana
6. Zakat
7. Dana Punia
8. Membantu Mereka yang Membutuhkan
9. Jangan Pamrih!
10. Ramah
0 Response to "10 Tips Menjadi Orang Dermawan"
Post a Comment