Bahasa Indonesia (Artikel Lengkap)

Bahasa Indonesia yaitu bahasa resmi Indonesia Bahasa Indonesia (Artikel Lengkap)Timor Leste, bahasa Indonesia diakui secara konstitusi sebagai salah satu dari bahasa kerja selain bahasa Inggris. Sedangkan bahasa resminya tetap bahasa Tetun dan bahasa Portugis.

1. Pembicara dan Persebaran Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai 23 juta penutur orisinil dan 140 juta penutur kedua. Penutur kedua biasa memakai bahasa daerah untuk berbicara. Penutur orisinil terdapat di daerah perkotaan. Sedangkan penutur kedua seringkali ditemukan di daerah pedesaan.

Dalam sebuah negara yang terdiri dari ratusan suku dan bahasa daerah, bahasa Indonesia berperan penting sebagai bahasa pemersatu bangsa. Penggunaan bahasa nasional terdapat di media nasional, tubuh pemerintah, sekolah, universitas, tempat kerja, pejabat, dan banyak sekali situasi formal lainnya.

VOA dan BBC memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa standar untuk siaran dalam bahasa Melayu. Di Australia, bahasa Indonesia merupakan salah satu dari tiga bahasa sasaran Asia, bersamaan dengan bahasa Jepang dan bahasa Mandarin. Selain itu, bahasa Indonesia juga diajarkan di sekolah Australia sebagai aktivitas bahasa selain bahasa Inggris.

2. Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau. Bahasa tersebut dituturkan di daerah Sumatera penggalan utara. Bahasa Melayu telah dijadikan lingua franca di kepulauan Indonesia selama setengah milenium terakhir. Prasasti Kedukan Bukit yaitu literatur tertua berbahasa Melayu yang diketahui ketika ini. Berarti bahsa tersebut telah digunakan oleh kerajaan Sriwijaya. Bahasa Melayu tersebar ke seluruh pelosok nusantara oleh para pedagang yang kebanyakan berasal dari Sriwijaya. Pada zaman dahulu, bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa kebudayaan, bahasa perhubungan (lingua franca), bahasa perdagangan, dan bahasa resmi kerajaan.

(Baca juga: Mengapa Bahasa Indonesia Mirip Bahasa Melayu?)

Bahasa Indonesia terpilih sebagai bahasa resmi teks Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945 yang terinspirasi dari Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Secara garis besar, bahasa Indonesia sama dengan bahasa Melayu yang dijadikan bahasa resmi Malaysia dan Brunei Darusalam. Walaupun ada sedikit perbedaan dari beberapa aspek, ibarat pengucapan dan kosa kata. Perbedaan tersebut terjadi sebab dampak dari Belanda dan Jawa di Indonesia.

Awalnya terdapat dua kandidat bahasa resmi Indonesia, yaitu bahasa Jawa dan bahasa Melayu. Namun pada kesudahannya bahasa Melayu dipilih sebab bahasa Melayu merupakan lingua franca di Indonesia, sistem bahasa Melayu sederhana dan tidak terdapat tingkatan ibarat bahasa garang dan bahasa halus, setiap suku di Indonesia mendapatkan bahasa Melayu, dan bahasa Melayu sanggup digunakan sebagai bahasa kebudayaan.

Selanjutnya, perkembangan bahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan yang berasal dari Minangkabau yang banyak menambah perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia.

Saat ini, orang Indonesia selalu mencampurkan banyak sekali bahasa atau dialek ke dalam bahasanya. Seperti dialek Jawa, Sunda, Bali, dan Tionghoa. Banyak istilah gila yang biasa digunakan oleh masyarakat perkotaan. Fenomena ini diperkuat oleh penggunaan bahasa slang (bahasa gaul) Indonesia, khususnya di perkotaan.

3. Status Resmi Bahasa Indonesia

Status bahasa Indonesia yaitu bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga penggunaannya didorong di seluruh Indonesia. UUD 1945 Bab XV yang memilih bendera, bahasa, lambang, dan lagu kebangsaan Indonesia. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Bab III Pasal 25 hingga 45 disebutkan secara spesifik mengenai status bahasa Indonesia.

Itu berarti kedudukan bahasa Indonesia yaitu sebagai bahasa kebangsaan yaitu kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah dan sebagai bahasa negara yaitu bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Fungsi bahasa Indonesia yaitu sebagai identitas nasional, kebanggan nasional, dan bahasa pemersatu di antara beragamnya etnis di Indonesia, dan juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar provinsi dan budaya daerah di Indonesia. Bahasa Indonesia juga dijadikan bahasa resmi untuk pendidikan, komunikasi, transaksi dan perdagangan, pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, teknologi, dan media massa di Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi salah satu simbol nasional Indonesia.

4. Sistem Penulisan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia ditulis dalam abjad Latin. Dasar sistem penulisannya berasal dari ejaan Belanda. Cara pengucapan hurup konsonan ibarat dengan bahasa Italia. Beberapa ejaan berubah semenjak kemerdekaan Indonesia ibarat “oe” yang dirubah menjadi “u”, “tj” menjadi “c”, “dj” menjadi “j”, “j” menjadi “y”, “nj” menjadi “ny”, “sj” menjadi “sy”, dan “ch” menjadi “kh”.

Bahasa Indonesia awalnya ditulis dengan memakai sistem van Ophuijsen, yang diambil dari nama penasehat sistem tersebut yang berjulukan Charles Adriaan van Ophuijsen. Sistem ejaan ini sebagian dipengaruhi oleh sistem ejaan Belanda. Pada tahun 1947, ejaan dirubah menjadi Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi (dinamai sesuai nama Menteri Pendidikan ketika itu, Soewandi). Perubahan berikutnya yaitu Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pada tahun 1972. Namun, beberapa nama yang memakai ejaan usang masih digunakan. Misalnya, “Suharto” terkadang ditulis “Soeharto” dan “Yogyakarta” terkadang ditulis “Jogjakarta”.

5. Kosakata Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia yaitu bahasa yang terbuka yang mendapatkan istilah dari bahasa lain. Bahasa Indonesia modern telah meminjam kosakata bahasa lain, ibarat bahasa Austronesia, bahasa Sansekerta, Arab, Persia, Portugis, Belanda, dan Mandarin. Diperkirakan terdapat 677 kata yang merupakan derma dari bahasa Sansekerta, 1.495 kata derma bahasa Arab, beberapa dari Persia dan Ibrani, 131 kata derma dari bahasa Portugis (termasuk Spanyol dan Italia), dan 3.280 kata derma dari bahasa Belanda. Sebagian besar merupakan warisan dari bahasa Austronesia.

Ada juga beberapa kata-kata yang diserap dari bahasa daerah di Indonesia. Seperti 1.109 kata dari bahasa Jawa, 929 kata dari bahasa Minangkabau, 223 kata dari bahasa Sunda, 221 kata dari bahasa Madura, 153 kata dari bahasa Bali, 112 kata dari bahasa Aceh, dan 100 kata dari bahasa Banjar.

Terdapat dua macam kata serapan/pinjaman, yaitu unsur gila yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia dan unsur gila yang pengucapan dan penulisannya telah diubahsuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.

Ada juga banyak sinonim yang diambil dari bahasa asing. Contohnya, bahasa Indonesia mempunyai tiga kata untuk mengistilahkan “buku”, yaitu “pustaka” (dari bahasa Sansekerta), “kitab” (dari bahasa Arab), dan “buku” (dari bahasa Belanda). Ada juga beberapa dari derma bahasa lainnya, ibarat “karaoke” (カラオケ) dari bahasa Jepang dan “modem” dari bahasa Inggris.

5.1. Kata-Kata Pinjaman Bahasa Indonesia dari Bahasa Sansekerta

Pengaruh bahasa Sansekerta terjadi semenjak zaman dulu. Kata-kata tersebut dipinjam melalui mediator bahasa Jawa Kuno. Meskipun agama Hindu dan agama Buddha tidak lagi merupakan agama besar di Indonesia, bahasa Sansekerta masih dijunjung tinggi dan sebanding dengan status bahasa Latin dalam bahasa Inggris.

Berikut yaitu beberapa pola kata-kata yang berasal dari bahasa Sansekerta adalah:

  1. भाषा (bahasa)
  2. काच (kaca)
  3. राज (raja)
  4. मनुष्य (manusia)
  5. भूमि (bumi)
  6. आगम (agama)
  7. स्त्री (istri)
  8. जय (jaya)
  9. पुर (pura)
  10. रक्षस (raksasa)
  11. धर्म (dharma)
  12. मन्त्र (mantra)
  13. क्षत्रिय (satria)
  14. विजय (wijaya)

Kata atau kalimat dalam bahasa Sansekerta juga digunakan dalam Kepolisian Republik Indonesia dan TNI ibarat bhayangkara, laksamana, jatayu, garuda, dharmakerta marga reksyaka, jalesveva jayamahe, kartika eka paksi, swa bhuwana paksa, rastra sewakottama, yudha siaga, dll.

5.2. Kata-Kata Pinjaman Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab

Kata derma dari bahasa Arab berkaitan dengan agama Islam. Berikut yaitu beberapa istilah yang diambil dari bahasa Arab:

  1. Selamat (السلام‎ salaam)
  2. Dunia (دنيا‎ dunya)
  3. Nama-nama hari (kecuali Minggu) seperti:
    1. Sabtu (السبت‎ as-sabt)
    2. Jumat (الجمعة al-jumʿa)
  4. Iklan (آعلان i'lan)
  5. Kabar (خبر ḵabar)
  6. Kursi (كرسي kursiiy)
  7. Salam (سلام salām)
  8. Ijazah (إجازة ijāza)
  9. Kitab (كتاب kitāb)
  10. Tertib (ترتيب tartīb)
  11. Kamus (قاموس qāmūs)
  12. Allah (الله‎)
  13. Uskup (اسقف‎ usquf)
  14. Imam (امام‎ imām)
  15. Jemaat (جماعة‎ jamā'a)

5.3. Kata-Kata Pinjaman Bahasa Indonesia dari Bahasa Mandarin

Kata-kata dari bahasa Mandarin biasanya digunakan dalam chinnese food. Berikut yaitu beberapa pola kata-kata yang berasal dari bahasa Mandarin:

  1. Pisau (匕首 bǐshǒu)
  2. Loteng (樓/層 = lóu/céng)
  3. Mie (麵 > 面 mī)
  4. Lumpia (潤餅 lūn-piá)
  5. Cawan (茶碗 cháwǎn)
  6. Teko (茶壺 > 茶壶 = teh-ko)
  7. Kuli (苦力 khuli)
  8. Gue (我 goa)
  9. Lu/loe (你 li)

5.4. Kata-Kata Pinjaman dari bahasa Portugis

Bersamaan dengan bahasa Melayu, bahasa Portugis yaitu lingua franca untuk perdagangan di kepulauan Indonesia dari kurun ke-16 hingga awal kurun ke-19. Portugis yaitu orang barat pertama yang berlayar ke tempat yang mereka sebut sebagai “kepulauan rempah-rempah” (Maluku). Berikut yaitu beberapa pola kata-kata yang merupakan derma dari bahasa Portugis:

  1. Meja (mesa)
  2. Boneka (boneca)
  3. Jendela (janela)
  4. Gereja (igreja)
  5. Bendera (bandeira)
  6. Sepatu (sapato)
  7. Keju (dari salah satu pulau yang berjulukan Keju)
  8. Mentega (maintega)
  9. Minggu (domingo)

5.5. Kata-Kata Pinjaman dari Bahasa Belanda

Banyak sekali kata-kata dalam bahasa Indonesia yang merupakan derma dari bahasa Belanda. Ini dikarenakan Belanda merupakan penjajah Indonesia terlama. Berikut yaitu beberapa pola kata-kata yang merupakan derma dari bahasa Belanda:

  1. Polisi (politie)
  2. Kualitas (kwaliteit)
  3. Rokok (roken)
  4. Korupsi (corruptie)
  5. Kantor (kantoor)
  6. Resleting (ritssluiting)
  7. Gratis (gratis)
  8. Sekrup (schroef)
  9. Buku (boek)

5.6. Perbedaan Gender dalam Bahasa Indonesia

Pada umumnya tidak ada perbedaan jenis kelamin dalam bahasa Indonesia. “Dia” digunakan untuk menyebut baik laki-laki maupun wanita. Tidak ibarat bahasa Inggris yang memakai he untuk laki-laki dan she untuk wanita. “Pacar” artinya sama ibarat boyfriend/girlfriend. Namun, ada beberapa istilah yang membedakan jenis kelamin ibarat cewek/cowok.

Tidak ibarat bahasa Inggris, perbedaan dibentuk antara yang lebih gampang dan lebih tua. Contoh, “adik” merujuk pada yang lebih muda tanpa membedakan jenis kelamin dan “kakak’ untuk yang lebih bau tanah tanpa membedakan jenis kelamin. Namun, terkadang jenis kelamin juga diberikan, ibarat “adik perempuan” yang dalam bahasa Inggris disebut younger sister.

Ada beberapa kata yang membedakan gender, ibarat “putri” dan “putra” serta “pramugara” dan “pramugari”. Ada juga yang menyebut “olahragawan” untuk olahragawan laki-laki dan “olahragawati” untuk olahragawan wanita. Akhiran “-a” dan “-i” atau “-wan” dan “-wati” merupakan derma dari bahasa Jawa Kuno.

6. Bahasa Slang Indonesia

Berbahasa Indonesia yang baik yaitu memakai bahasa Indonesia yang sesuai konteks (pembicaraan atau penulisan). Berbahasa Indonesia yang benar yaitu memakai bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah (tata bahasa) bahasa Indonesia. Namun hal tersebut mengakibatkan bahasa Indonesia menjadi terlalu formal dan terkesan tidak gaul. Hal itu mengakibatkan terdapat bahasa slang dalam bahasa Indonesia. Terutama semenjak memasuki era globalisasi.

Bahasa slang/bahasa sehari-hari/bahasa gaul Indonesia sangat dipengaruhi oleh bahasa Betawi, sebuah bahasa Melayu dari Jakarta, diperkuat oleh popularitas dalam budaya terkenal Indonesia di media massa dan status Jakarta sebagai ibu kota negara. Dalam situasi informal, banyak kata diganti dengan bahasa yang kurang formal. Seperti “tidak” yang diganti dengan kata “nggak” yang berasal dari bahasa Jawa, “seperti” terkadang diganti dengan “kayak”, “sangat” menjadi “amat”, serta istilah yang mengekspresikan intensitas tinggi sering diganti dengan kata “banget” yang menerima dampak Jawa.

Dalam pengucapan, diftong “ai” dan “au” di ujung kata-kata dasar biasanya diucapkan sebagai “e” dan “o”. Dengan demikian, kata tersebut sanggup dibunyikan dengan perjuangan yang lebih sedikit. Misalnya, “capai” menjadi “cape” atau “capek”, “pakai” menjadi “pake”, “kalau” menjadi “kalo”.

Dalam kata kerja, awalan “me-“ seringkali dihilangkan, meskipun konsonan awal sering dipertahankan. Seperti kata “mengangkat” menjadi “ngangkat” (kata dasar “angkat”). Akhiran “-kan” dan “-i” sering diganti dengan “-in”. Misalnya, “mencarikan” menjadi “nyariin”, “menuruti” menjadi “nurutin”. Biasanya pengucapan ini digunakan di Jakarta dan beberapa daerah di sekitarnya.

7. Bahasa Indonesia untuk Penutur Bahasa Lain

Selama beberapa tahun terakhir, minat berguru bahasa Indonesia semakin berkembang di kalangan bukan warga negara Indonesia. Berbagai universitas mulai mempunyai aktivitas yang menekankan pengajaran bahasa Indonesia. Berbagai kursus juga memperlihatkan training bahasa Indonesia, ibarat Indonesia Australia Language Foundation dan Lembaga Indonesia Amerika.

Pada awal tahun 1988, guru bahasa menyadari pentingnya standar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) yang setara dengan TOEFL. Sementara pada Kongres Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing ke-4 yang diadakan pada tahun 2001, kebutuhan akan BIPA menjadi semakin jelas.

Pada tahun 2013, Kedutaan Besar Indonesia di Filipina telah memperlihatkan kursus bahasa Indonesia dasar kepada 16 mahasiswa Filipina serta anggota training Angkatan Bersenjata Filipina. Karena minat berguru bahasa Indonesia meningkat, pihak Kedutaan membuka kursus bahasa Indonesia tingkat menengah setahun kemudian.


Sumber:

Judul Alamat
1. Indonesian language https://ilmugurubiologi.blogspot.com//search?q=timor-leste-artikel-lengkap
5. Pengertian Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar https://ilmugurubiologi.blogspot.com//search?q=timor-leste-artikel-lengkap" target="_blank">Tetap Semangat! | Materi Pelajaran

0 Response to "Bahasa Indonesia (Artikel Lengkap)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel