Makalah: Fungsi Hati Dalam Sistem Ekskresi
Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi
Makalah Blog
sistem ekskresi pada manusia. Maka dari itu, betapa pentingnya kita untuk mengetahui fungsi hati dalam sistem ekskresi untuk memperdalam pemahaman kita akan sistem ekskresi pada manusia.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Anda yang telah meminta dan memanfaatkan makalah ini. Kami berharap makalah ini bermanfaat bagi mereka yang sedang mencari acuan kiprah sekolah/kuliah atau mereka yang hanya sekedar ingin menambah wawasan. Kami sangat memohon saran dan kritik yang sangat membantu untuk memperbaiki kualitas artikel kami selanjutnya.
Bab I: Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Sistem ekskresi pada insan ialah sistem yang bertanggung jawab dalam proses pengeluaran zat sisa metabolisme dalam badan manusia. Sisa metabolisme yang dikeluarkan antara lain urin, keringat, empedu, dan karbon dioksida. Zat sisa tersebut haruslah dikeluarkan. Jika tidak, maka zat tersebut akan mengendap dan menjadi racun bagi tubuh.
Salah satu zat sisa yang dikeluarkan oleh sistem ekskresi ialah empedu. Empedu dihasilkan oleh hati. Empedu mengandung urea dan amonia yang merupakan hasil dari perombakan sel darah merah dan protein. Sebenarnya fungsi hati insan banyak sekali dan bermanfaat bagi banyak sekali sistem organ yang lain menyerupai sistem peredaran darah dan sistem pencernaan pada manusia.
Banyak dari kita yang bertanya-tanya kenapa urine dapat berbau pesing dan berwarna kuning. Urine dapat berbau alasannya ialah amonia yang merupakan hasil perombakan dari protein. Sedangkan urine dapat berwarna kuning alasannya ialah zat warna empedu hasil dari perombakan sel darah merah (hemoglobin eritrosit).
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan duduk perkara yang kami angkat ialah apa fungsi hati dalam sistem ekskresi?
1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini ialah untuk mengetahui fungsi hati dalam sistem ekskresi.
Bab II: Pembahasan
Dalam sistem ekskresi, hati mengeluarkan urea dan amonia. Jadi, fungsi hati yang berkaitan dengan sistem ekskresi ialah pemecahan protein dan perombakan hemoglobin pada eritrosit (sel darah merah).
Fungsi Hati sebagai Perombak Protein
Dasar dari protein ialah asam amino. Asam amino yang berlebih akan mengalami deaminasi yaitu pemindahan gugus amin (-NH) dari asam amin. Proses deaminasi menghasilkan amonia yang bersifat racun. Hati akan mengubah arginin (salah satu asam amino esensial) dengan enzim arginase menjadi ornitin dan urea. Urea akan dikeluarkan oleh tubuh. Ornitin dipakai untuk mengikat amonia yang akan dikeluarkan oleh tubuh.
Fungsi Hati sebagai Perombak Sel Darah Merah
Hati menjadi kawasan perombakan sel darah merah yang sudah tua. Sisa perombakan akan dibuang bersama urin. Hemoglobin pada sel darah merah dirombak menjadi hemin, Fe (zat besi), dan globin. Zat besi dan globin dipakai untuk pembentukan hemoglobin baru. Sedangkan hemin diubah menjadi bilirubin dan biliverdin. Bilirubin dan biliverdin menjadi zat warna empedu yang berwarna hijau kebiru-biruan. Kemudian zat tersebut mengalami oksidasi dan bermetamorfosis urobilin yang berwarna kuning kecoklatan. Urobilin yang menjadikan warna urin menjadi kekuningan.
Bab III: Penutup
Fungsi hati dalam sistem ekskresi ialah dua yaitu sebagai perombak protein dan perombak sel darah merah. Hasil perombakan protein menghasilkan urea dan amonia yang harus dikeluarkan dari tubuh. Sedangkan hasil perombakan sel darah merah yaitu urobilin yang menawarkan warna pada urin.
Anda dapat request artikel perihal apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com
Semoga bermanfaat, Tetap Semangat! | Materi Pelajaran
0 Response to "Makalah: Fungsi Hati Dalam Sistem Ekskresi"
Post a Comment